Perpustakaan Induk Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem digital akademik. Upaya ini diwujudkan melalui agenda strategis Pelatihan & Bimbingan Teknis Pemanfaatan Repository berbasis E-Prints yang digelar di Perpustakaan Induk Unmuha, Jumat 30 Januari 2026.
Kegiatan bertajuk “Digitalizing Knowledge: Meningkatkan Visibilitas Akademik melalui Pengelolaan Repository yang Terintegrasi” ini difokuskan bagi staf perpustakaan dan tim IT sebagai garda terdepan pengelolaan aset digital Unmuha.
Kepala Perpustakaan Unmuha, Lia Fitria, S.Pd.I., menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar rutinitas administratif. Menurutnya, pengelolaan repositori adalah instrumen vital dalam mendukung gerakan Open Access dan meningkatkan daya saing universitas.
“Pelatihan ini bertujuan memastikan sistem repositori dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan skor Open Access dan mendongkrak peringkat Webometrics universitas secara signifikan di dunia digitalisasi,” jelas Lia.
Meskipun infrastruktur E-Prints sudah tersedia, Unmuha menyadari adanya tantangan dalam operasionalnya. Rendahnya tingkat pengunggahan mandiri (self-archiving) oleh sivitas akademika serta pemahaman hak cipta digital yang masih minim menjadi latar belakang utama pelatihan ini.
Materi pelatihan dirancang secara komprehensif ke dalam dua sesi utama yaitu Fondasi Digital yang mengupas kebijakan akses terbuka, akses informasi, dan strategi pencegahan plagiarisme, serta teknis operasional bagi administrator dan mahasiswa agar sistem dapat berjalan lebih efektif.
Guna menjamin kualitas pelatihan, Unmuha menghadirkan pakar dari UIN Ar-Raniry, yaitu Asnawi, S.IP., M.IP. dan Fahrur Razi, S.IP. untuk mengupas secara tuntas kedua materi tersebut.
Ketua Pelaksana, Devi Kumala, berharap kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen universitas. “Besar harapan kami agar pelatihan ini mempercepat transformasi digital yang nyata demi tercapainya kualitas akademik Unmuha yang unggul,” tutupnya. (Humas)

