Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha), Dr. Ir. Wahyuni, MT, IPM, menghadiri Opening Conference Ceremony and Welcoming Dinner pada ajang International Conference on Natural & Human Disasters 2026 (DR3 Aceh 2026), Jumat, 17 April 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aceh 1 Ballroom, Hermes Palace Hotel, Banda Aceh juga turut dihadiri oleh beserta Ketua Program Studi dan mahasiswa Program Studi Arsitektur Ar T. Eka Panny Hadinata, ST, MT. IAI
Konferensi internasional yang dilaksanakan selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 April 2026 ini diselenggarakan oleh DR3 Aceh 2026 bekerja sama dengan Indonesia Institute of Architects (IAI) Aceh Chapter.
Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi akademisi, praktisi, peneliti, serta pemangku kepentingan untuk membahas isu-isu kebencanaan alam dan kemanusiaan dari berbagai perspektif.
Kehadiran pimpinan Fakultas Teknik Unmuha bersama jajaran Prodi Arsitektur dan mahasiswa menunjukkan komitmen institusi dalam mendukung pengembangan wawasan global, khususnya di bidang arsitektur tangguh bencana, perencanaan wilayah berkelanjutan, serta mitigasi risiko bencana.
Dekan Fakultas Teknik Unmuha, Dr. Ir. Wahyuni, MT, IPM menyampaikan bahwa partisipasi dalam forum internasional ini menjadi momentum penting bagi sivitas akademika untuk memperluas jejaring kerja sama dan meningkatkan kapasitas keilmuan mahasiswa.
“Melalui konferensi ini, mahasiswa memperoleh pengalaman berharga dalam memahami tantangan kebencanaan secara multidisipliner, sekaligus mengenal inovasi desain dan pembangunan yang adaptif terhadap risiko bencana,” ujarnya.
Selain menghadiri seremoni pembukaan dan jamuan penyambutan, peserta juga akan mengikuti rangkaian seminar, diskusi ilmiah, presentasi penelitian, serta sesi kolaborasi yang menghadirkan narasumber dari dalam dan luar negeri.
Partisipasi Fakultas Teknik Unmuha dalam DR3 Aceh 2026 diharapkan mampu memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, peduli terhadap isu kemanusiaan, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan di Aceh dan Indonesia. (Humas)

