FKM Unmuha Adakan Skrining Kesehatan Berkala Gratis di Banda Aceh

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuja) menginisiasi aksi nyata peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dan edukasi preventif yang berbasis pada penguatan kesehatan komunitas ini diselenggarakan di Sport Center Lapangan Sepak Bola X-Rugby, Gampong Lambung, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh Senin, 18 Mei 2026

Kegiatan ini merupakan bagian ​Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) FKM Unmuha yang diimplementasikan secara kolaboratif melalui sinergi multidisiplin yang melibatkan unsur Dosen, Tenaga Kependidikan (Tendik), serta kedeputian mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKM Unmuha.

Dekan FKM Unmuha, Dr. Basrie Aramico, SKM,. MPH dalam keteragannya msnyampai bahwa kegiatan ini sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan (sustainability) program, agenda PKM ini dirancang sebagai intervensi berkala yang dilaksanakan secara rutin minimal satu kali dalam sebulan.

“Langkah ini diambil guna memastikan adanya pemantauan kesehatan yang kontinu terhadap masyarakat di wilayah lokus kegiatan dan kegiatan ini diarahkan pada skrining kesehatan dasar guna mendeteksi dini faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM). Pelayanan promotif-preventif yang diberikan kepada masyarakat meliputi pengukuran Tekanan Darah sebagai indikator awal deteksi hipertensi dan risiko kardiovaskular,” kata Dr. Basri

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini turut dilaksana pemeriksaan Biokimia Darah untuk melakukan pemantauan kadar glukosa darah (skrining diabetes melitus), kadar kolesterol total (skrining dislipidemia), dan kadar asam urat. ​Tidak terbatas pada pemeriksaan fisik dan klinis, tim PkM FKM Unmuha juga mengintegrasikan pilar edukasi kesehatan berbasis literasi komunitas.

“Dosen bersama mahasiswa memberikan konseling dan edukasi terstruktur mengenai pentingnya mengadopsi pola hidup sehat. Edukasi ini menekankan pada modifikasi gaya hidup, penerapan gizi seimbang, serta pentingnya aktivitas fisik sebagai upaya komprehensif dalam menekan angka morbiditas di tingkat hulu,” ujarnya.

“​Melalui kegiatan ini, kegiatan ini berharap dapat terus berkontribusi dalam memperkecil kesenjangan akses kesehatan (health access disparity) sekaligus menumbuhkan kesadaran preventif masyarakat demi terciptanya tatanan komunitas yang lebih sehat dan produktif,” pungkas Dr. Basri. (Humas)