Berita, Campus, Diktisaintek Berdampak, Kampus Berdampak
Dosen Unmuha Latih Guru SDN 2 Jeumpet Sulap Susu Jadi Yoghurt Bernilai Ekonomi
Tim dosen dari Universitas Muhammadiyah Aceh telah melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa pelatihan pembuatan yoghurt sehat dan bernilai ekonomi bagi guru-guru di SD Negeri 2 Jeumpet pada Rabu, 20 Mei 2026.
Kegiatan ini merupakan hibah dari Kemdiktisaintek pendanaan 2026. PKM ini dilaksanakan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat berbasis peningkatan keterampilan produksi pangan fungsional dan ekonomi kreatif.
Kegiatan PKM ini diketuai oleh Dosen Fakultas Agama Islam Ulia Hanum, M.Si bersama anggota tim Susi Wardani, M.Ag dan Dr. Hamdi Yusliani, M.A dengan melibatkan mahasiswa sebagai pendamping kegiatan.
Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam memproduksi yoghurt sehat berbasis teknologi sederhana yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif di lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan materi mengenai manfaat yoghurt bagi kesehatan, teknik fermentasi susu, sanitasi dan keamanan pangan, hingga praktik langsung pembuatan yoghurt menggunakan peralatan rumah tangga sederhana.
Selain itu, peserta juga dibekali pelatihan mengenai manajemen usaha, pengemasan produk, branding, serta strategi pemasaran digital.
Ketua tim PKM Ulia Hanum, M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi pangan probiotik sekaligus membuka peluang usaha baru bagi guru dan masyarakat sekitar.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap guru tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesehatan keluarga dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Para guru mengikuti praktik pembuatan yoghurt secara aktif mulai dari proses pasteurisasi susu, pencampuran starter bakteri, fermentasi, hingga pengemasan produk.
Hasil yoghurt yang diproduksi kemudian diperkenalkan sebagai produk sehat yang dapat dikembangkan menjadi usaha sekolah berbasis ekonomi kreatif.
Kepala sekolah SD Negeri 2 Jeumpet menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan PKM tersebut. Menurutnya, program ini sangat bermanfaat karena memberikan keterampilan praktis yang dapat diterapkan secara langsung oleh guru maupun masyarakat sekitar.
Melalui kegiatan PKM ini, tim pengabdi berharap terbentuk kelompok usaha yoghurt berbasis sekolah yang berkelanjutan serta mampu mendukung peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Aceh Besar. (Humas)

