Perkuat Experiential Learning, Mahasiswa Manajemen Bencana FT Unmuha Pelajari Teknologi SAR di Basarnas

Program Studi (Prodi) Manajemen Bencana Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) menggelar kunjungan edukatif (visitasi) ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banda Aceh pada Kamis (18/6/2026).

​Mengangkat tema “Pengenalan Teknologi dan Peralatan SAR untuk Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa Manajemen Bencana,” kegiatan lapangan ini didampingi langsung oleh dua dosen prodi terkait, yaitu Risma Sunarty, S.Si., M.Si. dan Veri Yanti, S.T., M.T.

Kehadiran rombongan dari Unmuha tersebut disambut hangat oleh Kepala Basarnas Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, S.Si., M.Si. Dalam ruang pertemuan, Ibnu menyampaikan apresiasinya atas inisiatif akademik yang dilakukan oleh kampus Unmuha.

​“Sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga pencarian serta pertolongan sangat krusial. Hal ini penting untuk membangun SDM yang kompeten dan siap tanggap menghadapi berbagai situasi kebencanaan di masa depan,” ujar Ibnu Harris.

Sepanjang kegiatan, para mahasiswa dibekali materi mendalam mengenai tugas pokok dan fungsi Basarnas, prosedur operasi penyelamatan, hingga pengenalan teknologi mutakhir yang digunakan dalam misi kemanusiaan.

​Dosen pendamping, Risma Sunarty, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa visitasi ini dirancang untuk memperkuat metode pembelajaran berbasis praktik langsung (experiential learning). Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga melihat langsung ekosistem kerja SAR.

“A​da tiga kegiatan yang didapatkan mahasiswa dari kunjungan ini, sepertu memahami sistem birokrasi dan komando operasi penyelamatan saat status darurat ditetapkan dan melihat langsung spesifikasi, fungsi, dan simulasi penggunaan alat penyelamatan di berbagai medan (darat dan air),” ucap Risma Sunarty.

Ia juga menyampaikan bahwa mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dua arah dengan personel Basarnas mengenai tantangan riil penanganan bencana di lapangan. Edukasi visual dan praktis ini mampu mendongkrak kesiapsiagaan serta keterampilan teknis mahasiswa dalam merespons kondisi darurat.

Kegiatan ditutup dengan sesi bedah alat (sarana prasarana) di mana para peserta diperbolehkan melihat lebih dekat armada dan teknologi SAR terbaru. Antusiasme mahasiswa terlihat tinggi dari banyaknya pertanyaan kritis terkait efisiensi teknologi penanganan bencana yang diajukan selama diskusi.

Melalui kemitraan strategis ini, Fakultas Teknik Unmuha berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama dengan Basarnas Banda Aceh. Langkah ini diambil demi mencetak lulusan Manajemen Bencana yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki jam terbang praktis yang mumpuni. (Humas)