​FT Unmuha Yudisium 72 Sarjana Teknik Sipil dan Arsitektur, 17 Lulus Predikat Cumlaude

Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) menyelenggarakan Yudisium Sarjana Program Studi Teknik Sipil dan Arsitektur Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Diana Convention Hall, Banda Aceh, Selasa (22/9/2026).

FT Unmuha meluluskan 72 sarjana baru yang terdiri atas 64 lulusan Program Studi Teknik Sipil dan delapan lulusan Program Studi Arsitektur. Sebanyak 17 lulusan meraih predikat cumlaude, terdiri atas 13 orang dari Teknik Sipil dan empat orang dari Arsitektur.

Acara yudisium ini dihadiri oleh Ketua BPH Unmuha, Dr. Taufiq A. Rahim, S.E., M.Si., Ph.D.; Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Ir. Hafnidar A. Rani, S.T., M.M., IPU, ASEAN Eng., ACPE, APEC Eng.; Dekan FT Unmuha, Dr. Ir. Wahyuni, M.T., IPM., beserta jajaran pimpinan fakultas dan para orang tua dari lulusan berpredikat cumlaude.

Dalam sambutannya, Dekan FT Unmuha, Dr. Ir. Wahyuni, M.T., IPM., menegaskan pentingnya adaptabilitas bagi para lulusan di tengah tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat yang dinamis. Lulusan Fakultas Teknik Unmuha diharapkan dapat terus mengembangkan diri serta adaptif terhadap perkembangan yang ada.

“Saya menyampaikan ucapan selamat kepada para lulusan. Namun, saya meminta untuk tidak pernah puas dalam belajar dan terus meningkatkan kualifikasi akademik. Saya juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama proses pelayanan akademik,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa saat ini Fakultas Teknik Unmuha telah menambah tiga tenaga pengajar bergelar doktor (S-3), sementara enam dosen lainnya sedang menyelesaikan studi doktoral.

Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Unmuha, Dr. Taufiq A. Rahim, S.E., M.Si., Ph.D., mengingatkan bahwa kelulusan sarjana bukanlah titik akhir perjalanan akademik. Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah harus diuji dan diimplementasikan secara nyata di tengah masyarakat.

Dr. Taufiq turut menggarisbawahi peran strategis keberadaan Program Studi Manajemen Bencana di FT Unmuha. Mengingat kondisi geografis Aceh yang rawan bencana, keberadaan prodi ini dinilai sangat vital dalam mendukung upaya mitigasi dan penanganan kebencanaan daerah.

​Ia juga menyampaikan perkembangan global Persyarikatan Muhammadiyah yang kini mengelola 163 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA), serta terus berekspansi secara internasional ke Australia, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

​“Gelar sarjana bukan langkah akhir. Teori di ruang kelas harus dibuktikan di masyarakat. Para lulusan diharapkan mampu beradaptasi, berkontribusi nyata bagi Aceh, dan tidak menambah angka pengangguran,” ujar Dr. Taufiq.

​Pelaksanaan yudisium ini menjadi pijakan awal bagi 72 lulusan FT Unmuha untuk melangkah ke dunia profesional maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dan doktoral, dengan tetap membawa nilai-nilai integritas akademik dan Kemuhammadiyahan. (Humas)