Tingkatkan Literasi Data Mahasiswa, FE Unmuha dan LHKP Muhammadiyah Gelar Workshop Open Data Aceh

Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) bersama Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Muhammadiyah Aceh menyelenggarakan kuliah tamu akademis bertajuk “Mencari Hikmah di Balik Data”, Rabu (4/11/2026).

​Kegiatan yang diinisiasi melalui program Hikmah Academy dan Institute for Social, Statistical, and Environmental Data Analysis (ISSED) ini dirangkaikan dengan Seminar dan Survei Kepuasan Penggunaan Open Data Aceh.

​Acara yang berlangsung pukul 14.00–16.00 WIB di Ruang Multifungsi FE Unmuha tersebut dihadiri oleh civitas akademika serta puluhan mahasiswa Fakultas Ekonomi Unmuha. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan FE Unmuha, Dr. Marlizar, S.E., M.M.

​Dalam sambutannya, Marlizar menyampaikan apresiasi mendalam kepada para narasumber dan tim penyelenggara atas inisiatif edukatif tersebut. Ia menekankan pentingnya penguasaan metodologi pengelolaan dan analisis data bagi mahasiswa.

​”Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unmuha harus mampu bertransformasi menjadi sumber daya manusia yang kritis dan berbasis bukti (evidence-based) dalam menghadapi dinamika perekonomian kontemporer,” ujar Marlizar.

​Kegiatan ini menghadirkan Saiful Mahdi, S.Si., M.Sc., Ph.D., Dosen Statistika FMIPA Universitas Syiah Kuala (USK) yang juga menjabat sebagai Ketua LHKP Muhammadiyah Aceh.

​Dalam pemaparannya, Saiful Mahdi menggarisbawahi bahwa data tidak sekadar kumpulan angka atau informasi mentah, melainkan instrumen krusial untuk membedah fenomena sosial dan merumuskan kebijakan publik.

​”Data perlu dibaca, dipahami, dan dimaknai secara kontekstual agar mampu melepaskan potensi pengetahuannya demi mendukung pemikiran kritis serta pengambilan keputusan (decision-making process) yang presisi dan berorientasi pada kemaslahatan publik,” tegas Saiful.

​Sementara pada sesi kedua, materi berfokus pada dimensi terapan portal Satu Data Aceh yang disampaikan oleh Muhammad Shiddiq, S.Stat. Ia menguraikan dasar hukum penyelenggaraan portal data terbuka, arsitektur fitur, hingga metodologi visualisasi dataset pemerintah.

​Sebagai wujud pelembagaan kompetensi praktis, para peserta diajak mengikuti sesi breakout workshop. Pada sesi ini, mahasiswa melakukan eksplorasi ekosistem Open Data Aceh melalui studi kasus pengolahan data sektor komunikasi dan informatika, yaitu demografi wartawan berdasarkan jenis kelamin di Provinsi Aceh.

​Mahasiswa dibimbing secara teknis dalam mengidentifikasi metadata, memvalidasi format data, mengekstrak dataset, menyusun sintesis grafik, hingga menganalisis struktur data kuantitatif. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pengisian kuesioner survei kepuasan untuk menghimpun umpan balik (user experience) terhadap keandalan portal Open Data Aceh.

​Melalui sinergi akademis ini, peserta diharapkan tidak hanya memiliki literasi data yang komprehensif, tetapi juga mampu mengoptimalkan data terbuka untuk mendorong transparansi publik, riset ilmiah yang akuntabel, serta perencanaan pembangunan daerah berbasis fakta. (Humas)