Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) turut berkontribusi dalam upaya peningkatan Kesehatan masyarakat melalui Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kewirausahaan. Kegiatan ini merupakan hibah Risetmu batch IX tahun 2025/2026 yang mengangkat tema “Pengembangan Inovasi Herbal Tourism Sebagai Produk Relaksasi Pada Destinasi Wisata Nusa”. kegiatan imi dilaksanalam pada Senin, 06 April 2026.
Tim yang diketuai oleh Dr. Tahara Dilla Santi,. S.Pd,. M.Biomed serta beranggotkan Manovri Yeni, Radhiah Zakaria, dan Na’imah dan Nabil Shidqi selaku mahasiswa berhasil meracik berbagai herbal tourism dari tanaman yang dibudidayakan masyarakat Gampong Nusa menjadi herbal sauna. Selain ini tim pengabdi membuat lilin aromaterapi yang minyak jelantah yang telah melalui proses penjernihan.
Program ini merupakan bagian dari komitmen Unmuha untuk menciptakan herbal tourism yang bermanfaat untuk relaksasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat Gampong Nusa sebagai mitra pemberdayaan masyarakat.
“Lebih lanjut kegiatan ini dilaksanakan guna mendukung program pemerintah dalam pemanfaatan limbah minyak jelantah sebagai bahan dasar pembuatan lilin aromaterapi untuk relakssi,” ujar Dr. Tahara Dilla Santi, S.Pd., M.Biomed, ketua tim pemberdayaan dalam keterangannya, 06 April 2026.
Ia menuturkan bahwa pemanfaatan herbal oleh masyarakat Indonesia dengan tujuan untuk menjaga kesehatan tubuh agar tetap bugar, dan juga relaksasi dari kelelahan kerja. Keanekaragaman hayati di Indonesia mencapai 40.000 jenis tumbuhan dan 1.300 di antaranya digunakan sebagai obat tradisional.
Pemanfaatan tanaman herbal tourism di Gampong wisata Nusa belum maksimal, sehingga perlu adanya inovasi salah satunya sebagai relaksasi. Selain itu, pemanfaatan aromaterapi dari herbal dalam bentuk lilin relaksasi juga penting untuk mencegah lelaha dan meningkatkan kesehatan masyarakat.
Komposisi herbal sauna terdiri dari daun kelor, daun salam, jahe, serai, daun pandan, sirih merah, dan cengkeh. Kami juga mendampingi pengurus LPN di Gampong Nusa, Aceh Besar, dalam pemanenan, sortasi, pengeringan, pewadahan dan peracikan serta packaging produk herbal tourism.
“Untuk produk lilin aromaterapi, tim pengabdi memberikan pelatihan dari penjernihan minyak jelantah sampai memanfaatkan lilin yang telah dibuat menggunakan aromateraapi herbal seperti kopi, lemon, pandan, dan lainnya,” ujarnya.
Pengetahuan masyarakat Gampong Nusa mengenai tanaman berkhasiat obat ini berasal dari pengalaman dan keahlian yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Walaupun herbal tourism dan lilin aromaterapi merupakan salah satu solusi untuk menghadapi masalah kelelahan kerja.
“Namun pengurus Lembaga Pariwisata Nusa (LPN) belum memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah bahan herbal untuk sauna dan minyak jelantah untuk lilin aromaterapi. Umumnya, penggunaan obat tradisional dianggap lebih aman dan sedikit efek samping dibandingkan dengan obat modern,” ujarnya.
Program ini tidak hanya berfokus pada pembuatan herbal tourism dan lilin aromaterapi, namun sebagai kegiatan transfer pengetahuan, dan praktek penggunaan herbal sauna dengan menggunakan perangkat sauna portable dan pemanfaatan langsung lilin aromaterapi. Pada 4 Januari 2026, tim memberikan penyuluhan herbal tourism dan lilin aromaterapi kepada pengurus LPN Gampong Nusa dan pelatihan meracik kedua produk tersebut.
Ketua LPN, Ibu Nurhayati sangat senang dengan kegiatan ini dan memungkinkan ke depannya Gampong Nusa untuk menjadi Gampong wisata yang memanfaatkan herbal tourism dan lilin aromaterapi untuk relaksasi, mengatasi kelelahan kerja, dan menambah perekonomian dengan membuka akses penggunaan secara umum dengan tarif yang terjangkau. (Humas)

