Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) menggelar seleksi tahap awal bagi calon penerima Bantuan Pendidikan Kebanksentralan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kampus Unmuha pada Sabtu, 25 April 2026.
Sebanyak 90 mahasiswa Unmuha telah melewati seksi administrasi sebagai calon penerima Beasiswa Kebanksentralan ini tampak antusias mengikuti rangkaian seleksi wawancara internal pada hari ini. Beasiswa Kebanksentralan ini merupakan peluang besar bagi mahasiswa untuk mendapatkan dukungan finansial sekaligus pengembangan kompetensi.
Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan, Dr. Mirza Murni, SE., MM., menjelaskan bahwa proses seleksi di tingkat universitas ini merupakan pintu masuk utama sebelum berlanjut ke tahap berikutnya.
”Setelah melewati proses internal ini, para peserta akan menghadapi seleksi lanjutan yang dilakukan langsung oleh pihak Bank Indonesia. Dari situlah nantinya ditentukan siapa yang berhak menerima beasiswa,” ujar Dr. Mirza.
Beliau juga menambahkan bahwa tahun ini peluang mahasiswa untuk lolos cukup terbuka lebar. Ia berpesan agar seluruh peserta mempersiapkan diri dengan maksimal agar mendapatkan hasil yang diharapkan.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Dr. Nuzulman, SE., M.Si., menekankan pentingnya menjaga konsistensi akademik bagi para calon penerima beasiswa.
”Kami berharap mahasiswa yang nantinya terpilih tidak lantas berpuas diri. Sebaliknya, bantuan ini harus menjadi motivasi untuk belajar lebih giat dan meningkatkan prestasi akademik. Jangan sampai prestasi justru menurun setelah mendapatkan beasiswa,” tegas Dr. Nuzulman.
Pada tahap awal ini, para peserta menjalani sesi wawancara mendalam untuk mengukur kelayakan dan motivasi mereka. Tim wawancara internal terdiri dari Wakil Rektor 1 Dr. Nuzulman, SE., M.Si., Wakil Rektor 3 Dr. Mirza Murni, SE., MM., dan Kepala Biro Administrasi Umum Haru Firdaus, SE., MM.
Melalui seleksi ini, Unmuha berkomitmen untuk mengirimkan kandidat terbaik guna mendapatkan bantuan pendidikan dari Bank Indonesia tahun 2026. (Humas)

