Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) menjajaki kolaborasi strategis dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Aceh yang diawali dengan pertemuan audiensi guna menyusun rencana kerja sama di bidang penelitian, pengajaran, dan pengabdian masyarakat pada Senin 20 April 2026

​Pertemuan yang berlangsung di Kantor Basarnas Aceh ini dihadiri langsung oleh Dekan Fakultas Psikologi Unmuha, Hanna Amalia, S.Psi., M.Psi., Psikolog, didampingi Kepala Tata Usaha Nasrinah Hanim, M.Psi., Psikolog, serta Kasubbag Akademik Imam Abdillah Lukman, S.Psi., M.Si. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Kepala Basarnas Aceh, Ibny Harris Al Hussain. Fokus pada Layanan Psikologis Profesional

Dekan Fakultas Psikologi Unmuha, Hanna Amalia, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan respons nyata terhadap kebutuhan di lapangan, terutama dalam hal pemulihan trauma (trauma healing) bagi mereka yang terdampak bencana.

“Kerja sama ini bukan sekadar formalitas akademik, melainkan komitmen nyata untuk menghadirkan layanan psikologis profesional. Kami ingin menyasar keluarga korban yang selama ini sering terlupakan dalam proses penanganan darurat,” ujar Hanna Amalia.

Ia menambahkan bahwa dengan bersinergi bersama Basarnas, Unmuha berharap dapat memberikan kontribusi yang lebih bermakna dan aplikatif bagi masyarakat Aceh dalam menghadapi situasi krisis.

​Sementara otu, Kepala Basarnas Aceh, Ibny Harris Al Hussain, menyatakan urgensi kehadiran tenaga ahli psikologi di lokasi bencana. Menurutnya, selama ini terdapat celah dalam operasional evakuasi, di mana aspek mental keluarga korban belum tertangani secara maksimal.

“Banyak kasus di lapangan yang membutuhkan pendampingan psikologis segera. Keluarga korban adalah pihak yang paling rentan. Jika tidak didampingi dengan benar, kondisi psikis mereka berisiko memburuk,” jelas Harris.

Melalui kesepahaman ini, kedua institusi sepakat untuk segera menindaklanjuti poin-poin kerja sama secara formal (MoU/MoA). Diharapkan, kolaborasi ini dapat memperkuat sistem penanganan bencana di wilayah Aceh, khususnya dalam aspek pemulihan mental dan dukungan psikososial yang berkelanjutan. (Humas)