Berita, Campus, Diktisaintek Berdampak, Kampus Berdampak, Mahasiswa Berdampak
FKM Unmuha Resmi Tutup PBL Terintegrasi 2026 di Kecamatan Sukamakmur
Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) secara resmi menutup rangkaian kegiatan Praktek Belajar Lapangan (PBL) Kesehatan Masyarakat Terintegrasi Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar pada Kamis, 30 Juli 2026.
Kegiatan penutupan dirangkaikan dengan presentasi hasil PBL yang dihadiri oleh unsur Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, Dinas Kesehatan, Pemerintah Kecamatan Sukamakmur, Puskesmas Kecamatan Sukamakmur, para keuchik, dosen pembimbing, serta mahasiswa peserta PBL.
Dalam sambutannya, para pemangku kepentingan menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa dalam mengidentifikasi permasalahan kesehatan masyarakat sekaligus melaksanakan berbagai intervensi yang bermanfaat bagi masyarakat selama pelaksanaan PBL di lima gampong (Lam Tanjong, Luthu Dayah Krueng, Baet Mesjid, Baet Meusagoe dan Pante Rawa) di Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Aceh Besar.
Pada sesi presentasi, tim PBL memaparkan sasaran hasil survei diperoleh respon rate sebanyak 440 Kepala Keluarga (75,1%) dari total 616 kepala keluarga. Kajian dilakukan terhadap berbagai aspek kesehatan masyarakat, meliputi penyakit menular, penyakit tidak menular, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), kesehatan ibu dan anak, serta kesehatan lingkungan dan sanitasi.
Hasil identifikasi menunjukkan sejumlah isu kesehatan yang masih memerlukan perhatian bersama. Pada aspek penyakit tidak menular, ditemukan 38,8 persen responden yang melakukan pemeriksaan tekanan darah terindikasi mengalami hipertensi.
Di sisi lain, survei juga menunjukkan bahwa 44,5 persen rumah tangga yang disurvei masih memiliki anggota keluarga yang merokok. Selain itu, pengetahuan masyarakat mengenai HIV/AIDS masih perlu ditingkatkan, sementara pada aspek kesehatan lingkungan, sebagian besar rumah tangga masih mengelola sampah dengan cara dibakar dan masih banyak sarana pembuangan sampah yang belum memenuhi standar kesehatan.
Menindaklanjuti temuan tersebut, mahasiswa bersama dosen pembimbing melaksanakan berbagai kegiatan intervensi, di antaranya penyuluhan hipertensi dan diabetes melitus, pemeriksaan kesehatan, edukasi remaja mengenai obesitas dan anemia, edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Melakukan kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), senam sehat, pemanfaatan limbah organik menjadi Eco Enzyme, podcast edukasi kesehatan masyarakat, hingga kegiatan gotong royong bersama warga.
Program-program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perilaku hidup sehat dan pencegahan penyakit. Secara umum, pelaksanaan PBL Kesehatan Masyarakat Terintegrasi 2026 dinilai berhasil mencapai tujuan pembelajaran sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Selain menghasilkan pemetaan kondisi kesehatan masyarakat, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan kesehatan berbasis komunitas.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan prosesi penarikan mahasiswa secara simbolis oleh Camat Sukamakmur kepada Dekan FKM Unmuha, penyerahan cendera mata kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, Pemerintah Kecamatan Sukamakmur, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar.
Melalui kegiatan ini, FKM Unmuha menegaskan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan masyarakat Aceh yang lebih sehat. (Humas)

