Pascasarjana dan FKM Unmuha Gelar Simulasi Tanggap Darurat Bencana Kebakaran dan Gempa Bumi

Pascasarjana Bersana Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) membekali para mahasiswa tentang budaya keselamatan dan kesiapsiagaan di lingkungan kampus melalui Kegiatan Simulasi Tanggap Darurat Bencana Kebakaran dan Gempa Bumi yang dilaksanakan di halaman FKM Unmuha, Sabtu, Sabtu 03 Oktober 2026.

Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada sivitas akademika dalam menghadapi kondisi darurat sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai langkah-langkah penyelamatan yang tepat dan diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa Pascasarjana serta Fakultas Kesehatan Masyarakat Unmuha.

Tidak hanya mendapatkan pembekalan secara teori, peserta juga dilibatkan secara aktif dalam berbagai praktik simulasi sehingga mampu memahami tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Kegiatan dibuka dengan sambutan Wakil Direktur Pascasarjana, Dr. Farrah Fahdhienie, SKM, MPH, dan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unmuha, Dr. Basri Aramico Ib, SKM, MPH.

Dalam sambutannya, pimpinan Pascasarjana dan FKM Unmuha menekankan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana merupakan tanggung jawab bersama. Lingkungan perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pendidikan, tetapi juga harus memiliki kesadaran dan kemampuan dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi seluruh sivitas akademika.

“Salah satu bagian utama kegiatan adalah simulasi penanganan kebakaran. Peserta diberikan pemahaman mengenai langkah awal yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran serta cara menggunakan peralatan pemadam api secara tepat,” kata Dr. Basri Aramico Ib, SKM, MPH di sela-sela kegiatan.

Dalam praktiknya, peserta diperkenalkan pada dua metode pemadaman. Metode pertama menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) jenis powder sebagai salah satu sarana pemadaman modern. Peserta mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung teknik penggunaan APAR dalam menghadapi titik api.

“Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada metode sederhana menggunakan karung goni yang dibasahi. Metode tersebut menjadi bagian dari pembelajaran mengenai alternatif tindakan awal yang dapat dilakukan dalam kondisi tertentu ketika sarana pemadam api modern tidak tersedia,” ujarnya.

Praktik secara langsung tersebut membuat peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam mengambil tindakan secara cepat dan tepat ketika menghadapi situasi kebakaran.

Sementara itu, Wakil Direktur Paacasarjana Unmuha, Dr. Farrah Fahdhienie, SKM, MPH menyampaikan bahwa kegiatan juga dilanjutkan dengan simulasi tanggap darurat gempa bumi. Peserta mempraktikkan secara langsung langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika gempa terjadi, termasuk tindakan perlindungan diri dan proses evakuasi menuju lokasi yang lebih aman.

“Simulasi ini memberikan gambaran nyata mengenai pentingnya tetap tenang, mengenali kondisi sekitar, serta mengikuti prosedur keselamatan ketika terjadi gempa bumi. Materi dan praktik dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Yudi, SH selaku instruktur, bersama Hazairin, S.Sos, Putrayana, SE, Andriansyah, S.Sos, dan Rosyadi Iradah selaku narasumber,” ujarnya.

Melalui simulasi yang bersifat praktis dan partisipatif tersebut, peserta diharapkan memiliki pengetahuan serta keterampilan dasar yang dapat diterapkan ketika menghadapi keadaan darurat di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

“Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pascasarjana dan FKM Unmuha dalam membangun lingkungan akademik yang aman, tanggap, dan memiliki budaya kesiapsiagaan bencana. Dengan adanya pembekalan dan praktik secara langsung, diharapkan seluruh sivitas akademika tidak hanya mengetahui apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi, tetapi juga mampu bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi demi keselamatan bersama,” ucap Dr. Farrah. (Humas)