Program Studi Magister Rekayasa Sipil (MRS) Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) menunjukkan komitmen progresif dalam mentransformasi sektor infrastruktur Indonesia melalui integrasi riset lapangan dan kolaborasi strategis.
Upaya ini diwujudkan melalui rangkaian kegiatan ilmiah yang berfokus pada keberlanjutan lingkungan dan inovasi material jalan tol yang dikelola oleh PT Trans Marga Jateng (Jasamarga Semarang Solo). Kunjungannya sendiri dilaksanakan pada 23-25 April 2026.
Sebagai bagian dari implementasi Penelitian Fundamental BIMA Tahun ke-2 dari DPPM, tim peneliti MRS Unmuha yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Hafnidar A. Rani, S.T., M.M., melaksanakan observasi teknis di ruas jalan tol Semarang-Solo pada 23–25 April 2025.

Penelitian ini bertajuk “Model Indikator Kinerja Rencana Pengelolaan Lingkungan untuk Konstruksi Jalan Tol Berkelanjutan di Indonesia” ini bertujuan untuk menganalisis data infrastruktur secara empiris untuk kebutuhan akademis.
“Menyusun formulasi indikator kinerja pengelolaan lingkungan yang lebih tangguh. Memberikan kontribusi bagi pengembangan standar perkerasan jalan tol yang ramah lingkungan di masa depan,” Kata Prof Hafnidar dalam keterangannya pada Kamis, 23 April 2026.
Kegiatan yang melibatkan anggota tim Dr. Ir. Tamalkhani, S.T., M.Eng.Sc. dan Firmansyah, Ph.D. ini terlaksana atas kerja sama teknis dengan PT Trans Marga Jateng selaku pengelola jalan tol.
Melengkapi kegiatan, MRS Unmuha juga memperluas jejaring inovasi melalui penandatanganan Implementation Agreement dengan Magister Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Kamis, 23 April 2026.
Kolaborasi ini menitikberatkan pada tema strategis: “Sinergi Riset dan Industri dalam Hilirisasi Aspal Self-Healing Menggunakan Pasir Besi”. Poin-poin utama kesepakatan tersebut meliputi pengembangan material jalan yang mampu memperbaiki diri sendiri (self-healing) untuk meningkatkan efisiensi pemeliharaan jalan.
Penargetan publikasi artikel ilmiah bereputasi dan perolehan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Kerja sama selama lima tahun (2025–2029) ini juga mencakup bidang Pendidikan, Pengabdian Masyarakat, serta penguatan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
“Kolaborasi ini merupakan langkah konkret dalam menjembatani kesenjangan antara riset akademis dan kebutuhan industri, guna menciptakan solusi infrastruktur yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga berkelanjutan secara lingkungan,” ungkapnya.
Melalui integrasi riset di ruas Tol Semarang-Solo dan kemitraan strategis dengan UMS, Magister Rekayasa Sipil Unmuha memposisikan diri sebagai aktor kunci dalam mendorong lahirnya kebijakan dan teknologi infrastruktur nasional yang berbasis pada prinsip sustainable development. (Humas)

