Universitas Muhammadiyah (Unmuha) Aceh, Senin, 30 Desember 2019 lalu, telah melakukan penandatanganan MoU antara Wali Kota Banda Aceh, Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Aceh.

Penandatangan MoU itu bertujuan untuk membuka Program Studi (Prodi) Profesi Insinyur pada Fakultas Teknik Unmuha.  MoU itu ditandatangani oleh Dekan Fakultas Teknik Unmuha, Dr Hafnidar A Rani ST MM IPU ASEAN Eng, dengan Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman SE Ak MM dan Dekan FTI UMI Makassar, Dr Ir H Zakir Sabara HW ST MT IPM ASEAN Eng serta disaksikan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Aceh, Dr H Muharrir Asy’ari Lc M Ag.

Dalam kata sambutannya, Dekan FTI UMI Makassar mengatakan, kerjasama ini diharapkan mampu menghasilkan sinergi dan kolaborasi dalam berbagai bidang untuk mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta kegiatan keinsinyuran. Dengan harapan, ke depan, pihak kampus lebih siap dan lebih adaptif dalam menghadapi perubahan dan tantangan zaman yang bergerak sangat cepat.

“Kecepatan perubahan melampui perkiraan berbagai pihak dan Aceh termasuk dalam darurat Insinyur,” ujar Dr Ir H Zakir Sabara HW ST MT IPM ASEAN Eng.

Rektor Universitas Muhammadiyah Aceh, Dr H Muharrir Asy’ari Lc M Ag menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Kota Banda Aceh dan Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar atas jalinan kerjasama ini.

Dr H Muharrir Asy’ari juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Fakultas Teknik Unmuha Aceh dalam usaha dan kerja keras untuk mempersiapkan pembukaan prodi baru ini.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman sangat mendukung pembukaan prodi Program Profesi Insinyur di Unmuha Aceh, dimana Kota Banda Aceh yang terus berbenah dan membangun dalam berbagai bidang, termasuk pembangunan infrastruktur dan tentunya dibutuhkan kerjasama dan saling bersinergi dengan pihak kampus dalam menghadapi era millenial tersebut.

Aminullah Usman mengatakan Pemko Banda Aceh menyambut baik rencana pembukaan prodi program profesi insinyur. “Pertama kami sangat mendukung karena pendidikan adalah satu dari tiga pilar pembangunan Banda Aceh saat ini,” ujar Aminullah Usman.

Menurutnya, dengan bertambahnya pilihan Prodi Unmuha, akan ikut meneguhkan Banda Aceh sebagai Kota Pendidikan di Aceh. “Sehingga akan semakin banyak orang yang datang melanjutkan pendidikan di sini dan pada akhirnya akan berdampak pada kebangkitan ekonomi,” ujarnya.

Ketua Panitia Pelaksana, Effendi Nurzal ST MT IAI IPM yang juga Wakil Dekan 3 FT Unmuha mengatakan, dalam acara penandatangan ini dihadiri oleh Sekretaris Prodi PPI FTI UMI Makassar, Ir Taufik Nur ST MT IPM ASEAN Eng, Asisten II Kota Banda Aceh Bachtiar SSos dan para pejabat dari lingkup pemerintahan Kota Banda Aceh, Wakil Rektor 2 Unmuha Drs H Nasrullah Jakfar MA, pimpinan beserta dosen-dosen FT Unmuha dan juga mahasiswa Fakultas Teknik Unmuha.

Setelah acara penandatanganan kerjasama tersebut juga digelar kuliah tamu yang disampaikan oleh narasumber Dr Ir H Zakir Sabara HW ST MT IPM ASEAN Eng dengan moderator Effendi Nurzal ST MT IAI IPM dengan tema “ Inovasi Keinsinyuran Pilar Kemajuan Daerah”.

Pada Kesempatan ini Dekan FT Unmuha, Hafnidar A Rani menyampaikan bahwa jalinan kerjasama ini merupakan salah satu syarat rekomendasi yang diperlukan selain kerjasama dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) yang telah dilakukan penandatanganan kerjasama beberapa bulan lalu di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Hingga saat ini, Fakultas Teknik Unmuha sudah memiliki dosen yang memiliki sertifikat Insinyur Profesional Madya (IPM) berjumlah 15 orang dan yang Insinyur Profesional Utama (IPU) 1 orang. Fakultas Teknik Unmuha selain membuka Prodi Program Profesi Insinyur, juga membuka Prodi S2 Teknik Sipil dan Prodi S1 Teknik Kebencanaan.

“Alhamdulillah semua sudah mendapat rekomendasi dari LLDIKTI 13 dan sedang dievaluasi oleh Kelembagaan Iptek Dikti,” ujar Dekan FT Unmuha, Dr Hafnidar A Rani ST MM IPU ASEAN Eng.(*)

 

Artikel ini telah tayang di serambinews.com